JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan karya seni peninggalan masa pemerintahan Presiden Soekarno, ornamen relief, di Gedung Sarinah dipamerkan ke publik. Tujuannya memberikan edukasi sejarah kepada anak muda.
Erick menyebut ada gap antara sejarah bangsa dan generasi muda saat ini. Menurutnya, transfer pengetahuan sejarah kepada anak muda patut dilakukan. Salah satunya menjadikan ornamen relief sebagai wisata pendidikan di Sarinah.
Alasan lain lantaran karya seni itu menjadi aset bangsa. Di mana, dibuat oleh sekelompok seniman asal Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) dan menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.
"Sebuah aset yang luar biasa di tengah kita ini sayang kalau kita tidak perbaiki kembali. Apalagi kalau kita lihat kan generasi muda kita ini sekarang mayoritas kadang tidak tersambung dengan sejarah," ungkap Erick kepada Wartawan, Senin (13/6/2022).
Selain menjadikan Sarinah sebagai pusat bisnis UMKM, pusat perbelanjaan peninggalan Presiden Soekarno ini juga dijadikan sebagai kawasan seni dan hiburan yang memuat unsur pendidikan sejarah yang kaya.
"Kita selipkan bagaimana sejarah itu terjadi. Inilah kenapa relief tetap kita tonjolkan, produk-produk UMKM, makanan lokal dan lainnya, kerajinan UMKM dan lainnya," kata Erick.
Relief menurut catatan beberapa ahli sejarah dan seni rupa nasional dibuat oleh kelompok pematung dan pelukis dari Yogyakarta. Namun akibat kebakaran pelebaran koridor pengunjung pada tahun 80-an, membuat relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar Gedung Sarinah.
Siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) juga blue print atau cetak birunya, karena penting untuk pekerjaan restorasi. Secara berkala, Sarinah akan melaporkan progress pemugaran dan transformasi bisnis kepada publik.
Sementara itu, salah seorang tokoh dan anggota TACB menerangkan karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Bahkan pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.
Demikian pula saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya adalah mercusuar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul dan berpihak pada ekonomi rakyat.
(Taufik Fajar)