JAKARTA - India dan China kini menjadi pasar baru Rusia untuk dapat sumber pendapatan dari minyak mentah.
Dikutip VOA Indonesia, hal ini karena Uni Eropa dan negara-negara sekutu lainnya telah memangkas impor komoditas energi dari Rusia sejalan dengan sanksi terkait perang di Ukraina.
Sehingga, India dan negara-negara Asia lainnya menjadi sumber pendapatan minyak bagi Moskow, tapi Amerika Serikat (AS) memberi tekanan untuk tidak menambahkan volume pembelian minyak.
BACA JUGA:Kimia Farma Buka Loker Nih, Cek Posisi dan Syarat Daftarnya
Namun, transaksi pembelian minyak Moskow justru diprediksi bakal meningkatkan pendapatan ekspor Rusia pada saat Washington dan sekutunya berusaha membatasi aliran keuangan.
Ini juga sebagai mendukung upaya perang Moskow.
Diketahui, India dengan negara berpenduduk 1,4 miliar yang haus minyak, telah mengkonsumsi hampir 60 juta barel minyak Rusia pada tahun 2022.
Untuk tahun 2021, India mengkonsumsi 12 juta barel.
Kini, pengiriman ke negara-negara Asia lainnya, seperti China, juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.
Dikutip dari wawancara dengan The Associated Press, Perdana Menteri Sri Lanka mengatakan dia mungkin terpaksa membeli lebih banyak minyak dari Rusia saat dia mati-matian berburu bahan bakar untuk menjaga negara itu tetap berjalan di tengah krisis ekonomi yang mengerikan.
Adapun Menteri Ranil Wickremesinghe menyebut kemungkinan untuk melihat ke sumber lain, tetapi akan terbuka untuk membeli lebih banyak minyak mentah dari Moskow.
Tercatat bahwa Sri Lanka membeli 99.000 ton minyak mentah Rusia untuk memulai kembali operasi kilang minyak satu-satunya yang mereka punya pada Mei 2022.
Harga minyak dunai juga telah naik sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Alasan ini yang mengakibatkan industri minyak di India dan negara-negara lain untuk beralih ke minyak Moskow dengan pemberian insentif tambahan berupa diskon besar-besaran sebesar USD30 hingga USD35.
Serta harga tersebut jauh dibandingkan dengan minyak mentah Brent dan minyak internasional lainnya yang sekarang diperdagangkan sekitar USD120 per barel.
Lalu, sekitar 30 kapal tanker Rusia yang memuat minyak mentah menuju pantai India, menurunkan sekitar 430.000 barel per hari.
Rata-rata hanya 60.000 barel per hari tiba pada Januari-Maret, menurut Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih yang berbasis di Helsinki, Finlandia, sebuah lembaga kajian independen pada Mei.