Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat meningkat sebesar 7% di semester I 2022 dari sebelumnya sebesar Rp96,64 triliun menjadi Rp103,17 triliun.
Hal itu disebabkan oleh meningkatnya saldo Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38%, dari Rp28,28 triliun menjadi Rp38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari sebelumnya 29,3% menjadi 37,7%. Sementara, time deposit mengalami penurunan sebesar 6% menjadi Rp64,24 triliun.
“Upaya menghimpun DPK dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund turun dari 3,6% menjadi 2,9%,” kata dia.
Kaoru mengatakan bahwa, perseroan juga terus memantau kualitas kredit nasabah, mengelola restrukturisasi kredit, dan menjaga kecukupan pencadangan biaya kredit.
Sepanjang semester I 2022, rasio likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 181,3% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 121,3%. Kemudian, perseroan juga mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,2%.
Lebih lanjut, total aset perseroan secara konsolidasi hingga akhir Juni tercatat sebesar Rp195,47 triliun, naik 1,85% dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp191,92 triliun. Lalu, total liabilitas tercatat sebesar Rp157,68 triliun naik 1,18% dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp155,84 triliun, serta ekuitas naik 4,72% menjadi Rp37,78 triliun dari Rp36,07 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)