JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didin Junaedy mengatakan kalau polemik soal kenaikan harga tiket Pulau Komodo jadi Rp3,75 juta akibat kurangnya sosialisasi dari pihak terkait.
"Kenapa terjadi demo dan sebagainya sebenarnya saya menganggap hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi," kata Didin dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (10/8/2022).
Menurutnya, seharusnya sosialisasi dan edukasi terkait harga, destinasi maupun kesiapan sumber daya manusianya sudah dilakukan setahun sebelum pengambilan kebijakan.
BACA JUGA:Tiket Pulau Komodo Rp3,7 Juta Ditunda, Pelaku Wisata Ajak Turis Kembali Liburan ke Labuan Bajo
Hal ini supaya masyarakat paham dengan tujuan dan esensinya.
"Ini adalah sosialisasi yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam artian pemerintah provinsi. Seharusnya ada kerjasama dengan PT semisal dengan perusahaan daerah dan sebagainya untuk melakukan sosialisasi," ujarnya.
Dia menuturkan di Labuan Bajo itu tidak hanya pengusaha kelas atas, ada juga kelas menengah dan bawah.
Sehingga mereka belum siap dengan keputusan yang terkesan tiba-tiba karena kurangnya sosialisasi.
"Seharusnya dilakukan sosialisasi sebelumnya bagaimana programnya. Jangan seolah-olah terkesan tiba-tiba," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)