JAKARTA - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mencatatkan kenaikan rugi bersih di semester I-2022. Perusahaan di bidang jasa periklanan ini mencatat rugi bersih sebesar Rp3,20 miliar atau naik 61,34% dari rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,98 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, Kamis (18/8/2022), mayoritas segmen pendapatan perseroan mengalami penurunan hingga Juni 2022. Adapun, pendapatan usaha FORU tercatat sebesar Rp 18,22 miliar atau turun 20,40% dari Rp 22,90 miliar.
Baca Juga: IHSG Dibuka Turun 0,43% ke Level 7.129
Pendapatan segmen produksi iklan turun sebesar 27,70% menjadi Rp 6,03 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 8,34 miliar. Kemudian, pendapatan media turun dari Rp 4,99 miliar menjadi Rp 4,80 miliar.
Pada segmen jasa kehumasan, pendaptan juga turun sebesar 32,13% menjadi Rp 4,71 miliar dari sebelumnya Rp 6,94 miliar. Sedangkan pendapatan dari segmen produksi digital naik 2,26% menjadi Rp 2,68 miliar dari sebelumnya Rp 2,62 miliar.
Baca Juga: Usai Libur Hari Kemerdekaan RI, IHSG Berpotensi Bergerak pada Level 7.093-7.188
Di sisi lain, beban langsung FORU mengalami penurunan 15,81% dari Rp 11,50 miliar menjadi Rp 9,68 miliar. Kemudian, beban keuangan tercatat sebesar Rp 12,24 juta pada semester I 2022.
Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset perseroan turun 2,49% dari posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 46,62 miliar menjadi Rp 45,46 miliar. Total liabilitas perseroan naik 33,20% menjadi Rp 8,16 miliar dan ekuitas turun 7,90% menjadi Rp 37,29 miliar.
Dalam beberapa tahun terakhir, perseroan berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, dalam industri kreatif, kompetensi dan kreativitias selalu menjadi ujung tombak kinerja perseroan.