JAKARTA - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) bernama Misiyah Rani mengadu nasib di Amerika sebagai pekerja rumah tangga.
Dikutip VOA Indonesia, wanita yang akrab disapa May ini bekerja di rumah keluarga asal AS bernama dr Gary dan istrinya Gabbie.
Bahkan, May menyebut kalau awalnya bekerja di sana tak bisa berbahasa inggris.
Sehingga hal itu membuatnya sempat kesulitan berkomunikasi dengan keluarga majikannya.
BACA JUGA:3 Alasan Mengapa Orang Arab Lebih Suka Memilih TKW Indonesia untuk Dijadikan Pekerja
Kala itu, May hanya mengandalkan bahasa isyarat saat bekerja.
"Waktu itu saya belum sama sekali ngomong Inggris cuma bisa yes or no tapi pakai isyarat jadi bosku ngomong do this, do this, understand sedikit," ujarnya dalam video VOA Indonesia yang dikutip Minggu (28/8/2022).
May juga menceritakan kalau keluarga majikannya begitu baik dalam memperlakukannya.
Dia juga tak dianggap sebagai pembantu melainkan keluarga.
"Gak dibeda-bedain di sini, jadi apa yang mereka makan saya makan juga," jelasnya.
Meski begitu May menyebut tetap sadar diri akan posisinya di rumah tersebut.
"Dianggap keluarga tapi tetap sesuai koridor aku sebagai pembantu yang tugasnya membantu," katanya.
Lalu, dia mengaku sebelum bertemu keluarga dr Gary sempat bekerja di Arab 10 tahun.
"Di situ aku bersyukur saya kerja di Arab 10 tahun is so bad, nggak ada baiknya orang (majikannya), di sini kok saya menemukan dr Gary. Aku makanya nggak mau ninggalin," ucapnya.
May sendiri memang sudah bekerja untuk keluarga dr Gary selama 21 tahun.
Kemudian, May mengaku kalau diberi bayaran oleh keluarga dr Gary sebesar Rp50 juta - Rp60 juta.
"Sebulannya ada Rp50 juta - Rp60 juta lebih," sebutnya.
Walaupun jauh dari Tanah Air, dia berharap apa yang dilakukan ini dapat memenuhi semua kebutuhan keluarganya di Indonesia.
"Kerja demi keluarga di Indonesia, memperbaiki ekonomi, memperbaiki kehidupan saudara-saudara, nggak cuma orang tua tapi juga keponakan, adik, semuanya sudah pernah saya bantu," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)