JAKARTA - Bank Sentral Inggris menegaskan bahwa uang kertas dengan gambar Ratu Elizabeth II akan terus menjadi alat pembayaran yang sah. Meski nantinya ada uang koin atau kertas baru yang diluncurkan.
Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan bahwa Gedung Threadneedle Street mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II.
Baca Juga: Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Roger Federer dan Rafael Nadal Turut Belasungkawa
"Atas nama semua orang di Bank, saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada Keluarga Kerajaan," ujarnya, dilansir dari Mirror, Jumat (9/9/2022).
Andrew mengaku sangat sedih atas meninggalnya Yang Mulia Ratu.
"Satu-satunya kepala negara yang pernah kita kenal, dan akan dikenang sebagai sosok inspirasional bagi negara kita dan Persemakmuran," ujarnya.
Berdasarkan catatan Bank of England, Ratu Elizabet adalah raja pertama yang tampil di uang kertas. Meski kini sudah tiada, Bank Sentral memastikan bahwa uang bergambar ratu tetap sah untuk digunakan dalam transaksi.
Dengan meninggalnya Ratu Elizabeth II, sekarang Pangeran Charles adalah Raja Inggris. Namun pengumuman lebih lanjut mengenai catatan Ratu akan dibuat setelah periode berkabung.
Termasuk soal rencana ada koin dan uang kertas baru yang harus dirancang dan dicetak.
Komite Penasihat Royal Mint nantinya mengirim rekomendasi untuk koin baru kepada Kanselir dan mendapatkan persetujuan kerajaan. Setelah desain kemudian dipilih, nantinya disetujui oleh rektor dan kemudian Raja.
Mata uang baru pada akhirnya akan dicetak dan didistribusikan ke seluruh Inggris, dengan mata uang lama secara bertahap dihapus ketika akhirnya aus.
Sementara koin Ratu tidak muncul sampai 1953, tahun setelah aksesi, koin diharapkan tetap digunakan sampai mereka secara bertahap dihapus dan diganti.
(Feby Novalius)