JAKARTA - Pemerintah Indonesia mempersiapkan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri.
Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Suhat Miyarso menyampaikan bahwa industri petrokimia saat ini tengah membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan spesifik pada bidang petrokimia.
Oleh karena itu, industri dan asosiasi bekerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) demi mencapai tujuan tersebut.
“Sekarang kebutuhan karyawan minimum harus D3, karena teknologi yang dipakai sekarang makin maju sehingga dibutuhkan karyawan yang kompeten dan berdedikasi tinggi,” kata Suhat dalam keterangan Kemenperin, Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Baca Juga: Industri Kulit RI Tumbuh Dipicu Tingginya Permintaan Ekspor
Diketahui, Politeknik Industri Petrokimia Banten menambah daftar panjang unit pendidikan yang berada di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
“Industri petrokimia ini belum ada yang sama, dan politeknik lain biasanya umum. Kalau di sini, jurusan mesinnya memang khusus untuk petrokimia. Dalam pendidikannya setengahnya akan praktik di pabrik dan setengahnya di kampus,” tambah Suhat.