Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chandra Asri Buka-bukaan soal Industri Petrokimia di RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |16:24 WIB
Chandra Asri Buka-bukaan soal Industri Petrokimia di RI
Chandra Asri Buka-bukaan soal Industri Petrokimia di RI (Foto: Dokumentasi TPIA)
A
A
A

JAKARTA - Industri petrokimia memegang peran penting sebagai penyedia bahan baku bagi sektor manufaktur. Meski tidak selalu terlihat oleh konsumen, keberadaannya menjadi bagian dari proses produksi yang menopang kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah menjadi bagian dari perjalanan industri Indonesia. Berawal dari pengoperasian naphtha cracker pertama di Indonesia, Perseroan membangun kapasitas petrokimia nasional sekaligus menyediakan bahan baku bagi berbagai sektor industri dalam negeri.

Seiring perubahan kebutuhan ekonomi dan industri, Chandra Asri Group melakukan transformasi. Tidak hanya fokus pada penyediaan bahan baku petrokimia, tapi memperluas melalui tiga pilar bisnis, yaitu energi & kimia, infrastruktur terintegrasi, serta solusi mobilitas.

Transformasi tersebut tidak hanya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga membuka ruang bagi Chandra Asri Group untuk membangun kapasitas energi, infrastruktur, lapangan kerja, serta pengembangan talenta Indonesia.

“Selama 34 tahun, kami telah tumbuh bersama Indonesia. Kami memulai perjalanan dengan membangun kapasitas petrokimia nasional dan melayani industri melalui produk-produk yang kami hasilkan. Seiring waktu, kebutuhan Indonesia juga berkembang, dan kami pun terus membangun kapabilitas baru melalui diversifikasi bisnis,” ujar Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Selama lebih dari tiga dekade, produk Chandra Asri Group telah menjadi bagian dari rantai pasok berbagai sektor industri, mulai dari kemasan, otomotif, konstruksi, dan elektronik hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Penyediaan bahan baku dari dalam negeri menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan industri hulu dan hilir. Dengan kapasitas yang terus dikembangkan, Chandra Asri Group berupaya mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan manufaktur Indonesia.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Fasilitas yang dikelola melalui PT Chandra Asri Alkali (CAA) ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 72 persen hingga Juli 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Proyek dengan nilai investasi lebih dari USD800 juta tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Group untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional. Selain mendukung pengurangan ketergantungan terhadap impor, fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia di sektor industri dan manufaktur.

Investasi tersebut mencerminkan upaya Chandra Asri Group untuk terus membangun kapasitas industri dari dalam negeri, sejalan dengan kebutuhan bahan baku yang semakin berkembang.

Chandra Asri Group juga meluas ke sektor energi dan kimia. Melalui pengembangan bisnis di tingkat regional, Perseroan memperluas pengalaman dalam pengelolaan energi, operasional, rantai pasok, dan layanan pelanggan.

Akuisisi Aster Chemicals and Energy (Aster) menjadi salah satu bagian dari perkembangan tersebut. Sementara itu, integrasi jaringan Esso di Singapura memperkuat pengalaman Group dalam mengelola bisnis energi dan jaringan ritel bahan bakar.

Kapabilitas yang dibangun melalui bisnis regional turut membuka ruang bagi Chandra Asri Group untuk mendukung kebutuhan energi di Indonesia. Melalui Aster, Perseroan dapat menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen, yang digunakan untuk mendukung berbagai sektor industri.

Pengembangan ini berjalan beriringan dengan penguatan basis bisnis di Indonesia. Pengalaman dari operasional regional menjadi bagian dari proses membangun kemampuan pengelolaan energi, rantai pasok, dan layanan secara lebih terintegrasi.

Dalam ekosistem industri, ketersediaan bahan baku perlu berjalan beriringan dengan infrastruktur yang mendukung kelancaran operasional. Energi, air, fasilitas penyimpanan, pelabuhan, dan logistik menjadi bagian penting dalam pergerakan industri dan rantai pasok.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement