Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akuisisi Kilang Shell Jadi Titik Balik Chandra Asri (TPIA), Ini Hasilnya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |14:27 WIB
Akuisisi Kilang Shell Jadi Titik Balik Chandra Asri (TPIA), Ini Hasilnya
Akuisisi Kilang Shell Jadi Titik Balik Chandra Asri (TPIA), Ini Hasilnya (Foto: Chandra Asri)
A
A
A

JAKARTA - Transformasi bisnis PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mulai menunjukkan hasil nyata. Akuisisi aset Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) yang kini bernama Aster dinilai menjadi titik balik strategis bagi perseroan.

Hal ini juga mengubah profil bisnis Chandra Asri dari perusahaan petrokimia yang sangat bergantung pada siklus industri menjadi kelompok usaha terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.

Analis Verdhana Sekuritas Nizam Syafik mengatakan, dalam tiga tahun terakhir Chandra Asri berhasil melakukan transformasi besar dari aset petrokimia tunggal senilai sekitar USD1,8 miliar yang menghadapi tekanan margin negatif pada periode 2022-2024, menjadi platform bisnis terintegrasi dengan potensi pendapatan mencapai USD7 miliar hingga USD10 miliar.

Menurut Nizam, keberhasilan tersebut tidak lepas dari akuisisi Aster yang diselesaikan pada 2025. Melalui akuisisi ini, Chandra Asri memperoleh kilang minyak berkapasitas 237 ribu barel per hari serta fasilitas cracker etilena berkapasitas 1,1 juta ton per tahun yang menjadi fondasi bisnis energi perseroan.

"Aster secara efektif mendiversifikasi sumber pendapatan Chandra Asri yang sebelumnya sangat bergantung pada spread petrokimia. Saat ini energi telah menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan," ujar Nizam dalam risetnya, Jakarta, Rabu (18/6/2026).

Data Verdhana menunjukkan, segmen energi menyumbang sekitar 55% dari total pendapatan Chandra Asri pada kuartal I-2026, melampaui kontribusi segmen kimia sebesar 42% dan infrastruktur sekitar 3%.

Keberhasilan integrasi Aster juga tercermin dari lonjakan kinerja keuangan perseroan. Pada kuartal I-2026, Chandra Asri membukukan laba operasi (EBIT) konsolidasi tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD468 juta dengan laba bersih mencapai USD205 juta. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh segmen energi yang menghasilkan EBIT sebesar USD556 juta.

Verdhana menilai akuisisi Aster merupakan transaksi yang sangat menguntungkan. Aset tersebut diakuisisi melalui CAPGC, perusahaan patungan dengan Glencore, dengan nilai sekitar USD255 juta, jauh di bawah nilai buku aset sebesar USD933 juta. 

Transaksi tersebut menghasilkan keuntungan akuntansi langsung (bargain purchase gain) yang memperkuat struktur permodalan perusahaan dan menciptakan ruang tambahan untuk pendanaan ekspansi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement