JAKARTA - Gabunngan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan sepeda motor.
"Dari data Gaikindo menunjukkan bahwa kenaikan harga bbm tidak otomatis akan berpengaruh terhadap penjualan kendaraan bermotor," kata
Sekjen Asosiasi Gaikindo Kukuh Kumara dalam Market Review IDX Channel, Senin (19/9/2022).
Kukuh mengatakan bahwa hal tersebut sudah dibuktikan dari kenaikan BBM pada tahun 2003-2004 dan 2013-2014 yang tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan kendaraan bermotor di Indonesia.
BACA JUGA:Pengusaha Ungkap Skenario Buruk Dampak Kenaikan Harga BBM, Bakal Ada PHK Karyawan?
Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pada saat adanya kenaikan harga BBM, perekonomian Indonesia dalam keadaan yang baik, sehingga hal tersebut tidak terlalu berdampak.
"Salah satu point penting pada saat ada kenaikan harga BBM, bagaimana dengan perekonomian Indonesia. Untuk saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan itu salah satu yang mudah-mudahan tidak berpengaruh terhadap penjualan kendaraan," jelasnya.
Kukuh juga mengatakan hal lain yang menjadi bagian terpenting adalah bahwa pada tahun 2018 pemerintah telah mengeluarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup mengenai kendaraan yang diproduksi harus standar emisi Euro 4.
"Artinya kendaraan-kendaraan tersebut harus menggunakan bahan bakar yang bukan subsidi, dan itu yang harus masyarakat pahami dan itu perlu sosialiasi kepada masyarakat bahwa mobil yang dibuat sejak tahun 2018 harus memenuhi persyaratan," bebernya.
"Selain itu, upaya untuk mencapai emisi gas buang yang lebih baik juga tidak akan tercapai jika tidak memenuhi persyaratan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)