Per September 2022, total nilai aset DKFT naik 2,83% dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp2,24 triliun, menjadi Rp2,30 triliun. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,90 triliun dan ekuitas sebesar Rp399,27 miliar.
Sebagai informasi, Central Omega Resources memulai kegiatan usaha komersial pada tahun 1995. Perseroan bergerak dalam bidang usaha perdagangan hasil tambang dan kegiatan pertambangan dilakukan melalui entitas anak.
Saat ini, perseroan masih fokus pada pasar dalam negeri, untuk mengerjakan potensi yang dimiliki yaitu sumber daya alam khususnya nikel, dan belum memiliki rencana untuk ekspansi ke luar negeri.
Terkait kerja sama di bidang kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), perseroan menyatakan belum akan masuk ke industri tersebut, sebab dibutuhkan langkah-langkah lebih jauh dari produk saat ini. Sementara, produk alhit perseroan saat ini adalah FeNi yang merupakan bahan baku untuk industri stainless steel, oleh karena itu dibutuhkan teknologi lainnya untuk bisa merubahnya menjadi bahan baku baterai EV.
(Zuhirna Wulan Dilla)