Pendapatan tersebut melejit terutama peningkatan penjualan batu bara pelanggan luar negeri yang tumbuh 83,86% menjadi USD2,43 miliar, sementara penjualan batu bara dalam negeri turun 11,52% menjadi USD399,77 juta. Pendapatan kontrak dan jasa INDY juga meningkat 42,37% menjadi USD252,59 juta. Hal ini seiring peningkatan pendapatan kontrak dan jasa dari BP Berau Ltd., PT Exxon Mobil Indonesia, Star Energy Geothermal Salak, Ltd., serta PT Cabot Indonesia.
Sementara itu, beban kontrak dan penjualan INDY turut meningkat menjadi USD2,04 miliar dari USD1,47 miliar. Hal ini membuat laba kotor tetap naik signifikan menjadi USD1,08 miliar dari USD519,45 miliar. Beban lain relatif stabil, hanya terjadi peningkatan beban umum dan administrasi signifikan 60,6% menjadi USD151 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)