Warung Nasi hingga Tempat Tidur Kumuh di Dekat Proyek IKN Bakal Ditertibkan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Minggu 05 Februari 2023 13:01 WIB
IKN Nusantara. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bertujuan untuk mengubah budaya para pekerja sektor konstruksi atau kuli-kuli bangunan.

Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga mengatakan hal itu akan diwujudkan dalam pembangunan rumah susun bagi para pekerja konstruksi di IKN. Sehingga tidak ada lagi kuli-kuli yang mendirikan bedeng sendiri di sekitar proyek, seperti yang kerap dilakukan.

"Jadi IKN ini bukan hanya membangun budaya tetapi mengubah budaya bekerja, kadang-kadang kan kita di tempat proyek ada warung kumuh, tempat tidur, dan lainya. Jadi nanti dari sisi Kesehatan baik kamar mandi baik makanan juga terorganisir," ujar Danis mengutip kanal YouTube Sekretaris Kabinet, Minggu (5/2/2023).

 BACA JUGA:Kepala Otoritas IKN Dapat Gaji Rp172 Juta/Bulan Plus Tunjangan Beras

Bahkan mendirikan warung nasi juga bakal ditertibkan pada pembangunan IKN. Nantinya akan disediakan satu lokasi berupa kantin untuk para penjual makanan dan minuman.

Sekedar informasi, pemerintah bakal menyiapkan setidaknya 22 tower rusun untuk para pekerja konstruksi di IKN.

Secara total, diperkirakan jumlah pekerja konstruksi di IKN mencapai 16 ribu orang hingga tahun 2045 mendatang. Angka tersebut termasuk tenaga ahli maupun tenaga terampil.

"Hunian pekerja konstruksi terdiri dari 22 tower untuk tenaga ahli tenaga terampil nanti dilengkapi dengan masjid ada kantin ada kantor ada klinik ada toko ada office," sambungnya.

Sedangkan untuk kebutuhan air minum, Danis menambahkan dalam waktu dekat kemungkinan pembangunan bendungan sepaku semoi yang akan menyuplai air baku ke IKN bakal selesai dikerjakan.

Targetnya pertengahan tahun ini selesai, atau sekitar bulan Juni.

"Pertama tugas kita itu membangun basic infrastruktur, bagaimana menyediakan air baku, dengan membangun bendungan spaku semoi dan intake spaku itu progresnya udah hampir di atas 82%. Karena itu penting yang menjamin ketersediaan air baku untuk air minum nanti di KIPP," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya