JAKARTA - Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas dunia naik menghentikan kerugian selama lima hari berturut-turut di tengah angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Dilansir Antara, Selasa (28/2/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD7,8 atau 0,43% menjadi USD1.824,90.
Kontrak berjangka emas kehilangan 23,30 dolar AS atau 1,80% pekan lalu.
Dolar AS melemah pada perdagangan Senin (27/2/2023), dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,51% menjadi 104,6775.
Data ekonomi yang dirilis Senin (27/2/2023) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama turun 4,5% menjadi 272,3 miliar dolar AS pada Januari, menyusul kenaikan 5,1% pada Desember. Penurunan pada Januari ini merupakan yang kedua dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu, National Association of Realtors (NAR) melaporkan bahwa indeks penjualan rumah tertunda AS, indikator utama penjualan rumah berdasarkan penandatanganan kontrak, naik 8,1% menjadi 82,5 pada Januari, kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2020.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 14,30 sen atau 0,68% menjadi USD20,793 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD34 atau 3,74% menjadi USD941,90 per ounce.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)