JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Ketua Umum Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau biasa disebut Gus Yahya.
Pertemuan tersebut merupakan pemenuhan Luhut atas undangan Gus Yahya sekaligus untuk bersilaturahmi.
"Kesempatan ini tentu saya manfaatkan dengan baik untuk berdiskusi dan berdialog tentang kondisi bangsa saat ini mengingat bulan ini adalah bulan baik bagi saudara/i muslim saya di mana mereka menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan lamanya," ujar Luhut dalam keterangan di Instagram @luhut.pandjairan dikutip, Kamis (30/3/2023).
Luhut yang memakai peci berwarna hitam mengatakan, dari hasil diskusi tersebut, disepakati untuk sama-sama mendorong peran NU dalam mengawal semangat para pendirinya untuk terus mencerdaskan bangsa Indonesia sesuai amanat para pendiri bangsa.
Luhut mengingat perkataan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dianggapnya sebagai guru dan mentornya, bahwa sebagai negara demokrasi, perbedaan pendapat adalah hal yang mutlak dan tak bisa dihilangkan.
"Kalimat itu yang membuat saya sampai kepada satu kesimpulan yakni janganlah perbedaan membuat kita merasa lebih baik dari siapapun sehingga kita lupa bahwa kepentingan dan martabat bangsa dan negara Indonesia harus diutamakan di atas segalanya," katanya.