JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 0,66% ke level 6.805,28 hingga kuartal I-2023. Meski demikian, pasar saham masih mencatatkan inflow investor non-resident sebesar Rp6,62 triliun.
Sementara secara month to date (mtd), IHSG tercatat melemah 0,55% di tengah investor non-residen yang membukukan inflow sebesar Rp4,12 triliun. Sedangkan di pasar obligasi, indeks ICBI menguat 0,96% month to date atau 2,44% secara year to date ke level 353,19.
“Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana ke luar investor non-residen tercatat sebesar Rp384,04 miliar secara month to date dan Rp292,02 miliar secara year to date,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam ‘Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulan Maret 2023’, Senin (3/4/2023).
Di pasar Surat Berharga Negara (SBN) per 30 Maret 2023, non-residen baik secara month to date maupun year to date mencatatkan inflow sebesar Rp11,98 triliun dan sebesar Rp54,11 triliun. Adapun, rata-rata yield SBN pada seluruh tenor secara month to date turun sebesar 4,34 basis poin (bps) dan secara year to date menurun sebesar 13,92 bps.
Lebih lanjut, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 30 Maret 2023 tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau menurun 0,64% secara month to date, dengan investor Reksa Dana membukukan net redemption sebesar Rp4,44 triliun secara month to date. Secara year to date, NAB reksa dana terkontraksi 0,41% dan mencatatkan net redemption sebesar Rp2,86 triliun.