JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diprediksi bergerak sideways. Di mana pada selama sepekan ini, indeks saham tertekan 0,39% ke level 6.792,76.
Financial Expert PT Ajaib Sekuritas Chisty Maryani menilai, sejumlah sentimen masih membayangi IHSG, mulai dari pelaporan kinerja keuangan, fluktuasi harga komoditas, hingga rangkaian data makro, termasuk inflasi China hingga Amerika Serikat.
"Minggu depan cenderung sideways. Selama IHSG masih kuat mempertahankan support pada MA-20 yaitu pada level 6.745, resistance di level 6.890," kata Chisty dalam risetnya, Sabtu (8/4/2023).
Secara teknikal, Analis Phintraco Sekuritas membaca bahwa indeks komposit berpotensi menguji support di 6.750-6.760 pada perdagangan Senin (10/4/2023). Hal itu tampak dari indikator Stochastic RSI yang bergerak turun dari overbought area,
"Didukung adanya indikasi deathcross dari indikator MACD," terang risetnya.
Dari dalam negeri, Phintraco memandang ekonomi domestik masih cukup kondusif. Pelaku pasar akan menantikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Maret 2023.
Sedangkan sejumlah sentimen eksternal berupa data makro berpotensi membayangi IHSG, termasuk data inflasi Amerika Serikat, China, dan Jerman yang dirilis minggu depan.
Hal ini dipandang dapat menambah kecemasan pasar terhadap arah kebijakan suku bunga acuan global, dan potensi resesi.