"Sekali lagi saya katakan bahwa mengurus investasi ini tidak butuh banyak orang berdialektika karena investasi ini konkret, 'gue mau masuk, gue mendapat apa? You kasih apa? Indonesia dapat apa?' Ini menurut saya itu yang orang selalu tanya. Tapi saya jawab 'Tenang aja, Bapak Presiden Jokowi punya 82% kepuasan publik versi LSI (Lembaga Survei Indonesia)," ucap Bahlil.
Tak hanya itu, Bahlil juga mengungkap bahwa dalam survei yang sama, saat publik ditanya apakah setuju untuk melanjutkan program Presiden Jokowi mada hasilnya ada 65% responden yang menyatakan setuju.
(Feby Novalius)