JAKARTA- Adu harta kekayaan bos Uniqlo vs Miniso menarik untuk dikulik. Kedua perusahaan ini cukup terkenal di beberapa negara termasuk Indonesia.
Baik perusahaan Uniqlo dan Miniso memiliki segmen pasar berbeda. Serta mereka menjual produk yang tidak sama. Salah satunya Uniqlo menjual pakaian, tas dan produk sekunder lainnya. Sedangkan Miniso menjual produk kecantikan ataupun gaya lifetsyle lainnya.
Penjualan kedua perusahaan ini cukup tinggi karena permintaan konsumen. Hal ini membuat penasaran mengenai harta kekayaan bos Uniqlo Vs Miniso.
Berikut rincian Adu harta kekayaan bos Uniqlo vs Miniso
1. Uniqlo
Uniqlo merupakan salah satu perusahaan ritel fashion dari Jepang yang cabangnya sudah meluas ke seluruh dunia. Namanya pun sudah tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat.
Dia adalah Tadashi Yanai yang membuka usaha Uniqlo. Pria kelahiran 7 Februari 1949 ini memang sudah menggeluti dunia bisnis sejak usia muda.
Tadashi Yanai masih menjadi orang paling kaya di Jepang. Hartanya mencapai USD35,4 miliar atau setara Rp531 triliun.
Melansir Forbes,Pengusaha Ritel ini menjadi peraih dolar terbesar di tahun ini. Hartanya bertambah USD11,8 miliar atau setara Rp176 triliun yang membuat dirinya masih berada di posisi orang terkaya Jepang.
Hartanya meningkat karena melonjaknya penjualan di Fast Retailing, induk dari rantai pakaian Uniqlo. Dengan demikian Tadashi Yanai menjadi orang terkaya Jepang dengan harta USD35,4 miliar atau setara Rp531 triliun.
2. Miniso
Miniso memperlihatkan penciptaan gaya hidup baru dengan mengedepankan apa yang disebut fashion atau kepribadian. Serta menawarkan produk yang bagus dan unik kepada konsumen. Pada saat yang sama, Miniso Tidak akan mempertimbangkan bahwa merek-merek populer harus menaikkan nilainya.
Sebaliknya, ia berdiri di sudut pandang konsumen ketika mengembangkan produk, yaitu - kembali ke esensi, dan kembali ke alam, menjadikan produknya lebih modis, lebih dapat diandalkan dengan harga lebih murah. Hal ini membuat orang penasaran siapa pemilik Miniso.
Ternyata ini sosok pemilik Miniso bernama Ye Guofu. Nama Ye dalam bahasa Mandarin berarti kaya. Penduduk asli provinsi Hubei ini memiliki awal yang sederhana, seperti banyak pengusaha lain di generasinya. Dia mulai bekerja di pabrik pipa baja.
Ye memegang gelar dari Universitas Ekonomi dan Hukum Zhongnan. Dia memiliki harta kekayaan sebesar USD2,3 miliar atau senilai Rp34,040 Triliun jika kurs rupiah Rp14.800 pada 2023.
MINISO melantai di bursa saham New York Stock Exchange, Amerika Serikat. MINISO Group Holding Ltd. yang berbasis di Guangdong, China ini memperoleh dana USD608 juta atau Rp 8,96 triliun dari penawaran umum perdana di New York,
Sebagai pendiri dan CEO MINISO, Ye Guofu mengumpulkan penguasaan luar biasa dalam mode trendi selama periode transformasi ekonomi Tiongkok.
(RIN)
(Rani Hardjanti)