JAKARTA - Alasan kenapa di Eropa jarang ada gedung pencakar langit. Tidak sebanyak di Arab dan Indonesia. Di tengah perlombaan berbagai negara untuk membangun gedung tertinggi, Eropa justru jarang ditemui gedung pencakar langit.
Diketahui gedung pencakar langit di Eropa tidak sebanyak benua lain. Hal tersebut karena Eropa lebih mementingkan dan menghormati warisan dari negara.
Sebelumnya negara Eropa terlebih dahulu membangun gedung tinggi dan masih bertahan hingga kini. Maka dari itu, Eropa memilih untuk mempertahankan gedung-gedung dari bangunan sebelumnya daripada melakukan pembangunan ulang gedung pencakar langit.
Masuk ke dalam kategori benua paling maju dan makmur secara ekonomi, Eropa masih jarang ada gedung pencakar langit. Melansir dari berbagai sumber Okezone, Selasa (18/7/2023), dari 218 gedung pencakar langit di Eropa, hanya sekitar 66% yang terletak di lima kota, yakni London, Paris, Frankfurt, Moskow, dan Istanbul.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, banyak yang berasumsi kota di Eropa akan mengalami modernisasi dan membangun banyak gedung pencakar langit. Namun, Eropa tetap memilih merenovasi bangunan yang hancur dampak dari perang.
Rendahnya populasi pada masa itu membuat tidak adanya permintaan terkait pembangunan gedung pencakar langit. Seperti halnya negara Brussel yang menolak pembangunan Brusselisasi atau Bruzellization dengan alasan pembangunan tersebut akan membuat rasa tidak nyaman ketika menikmati pemandangan kota.
Selain itu, jarang adanya gedung pencakar langit di Eropa karena adanya aturan yang cukup ketat. Kota seperti Berlin, Paris dan London terikat pada peraturan yang ketat untuk mencegah pembangunan gedung pencakar langit.
Bahkan di Jerman hanya terdapat 16 gedung dengan ketinggian melebihi 150 meter dan 15 gedung tersebut terdapat di Frankfurt. Paris juga diketahui hanya memiliki 21 gedung dengan ketinggian melebih 150 meter dengan alasan keamanan.
(Taufik Fajar)