Untuk itu, kata Jokowi, ASEAN Indo Pasifik forum hadir untuk mengubah rivalitas di Indo Pasifik menjadi kerja sama yang bermanfaat.
"Serta membangun habit of cooperation yang win win formula tanpa satupun merasa dikucilkan," kata Jokowi.
Selain itu, lanjut dia, ASEAN Indo Pasifik forum memiliki tiga agenda utama. Pertama infrastruktur hijau dan rantai pasok yang resilion.
"Ekonomi ASEAN akan tumbuh lebih kokoh melalui hilirisasi industri dan pembangunan ekosistem EV adalah contoh kongkrit membangun rantai pasok kawasan," kata Jokowi.
Agenda kedua, kata Jokowi, yakni pembiayaan yang berkelanjutan dan inovatif. ASEAN, katanya, membutuhkan USD29,4 triliun untuk transisi energi dan dibutuhkan skema pembiayaan yang inovatif melalui kemitraan yang profitable dan sustainable.
"Yang ketiga transformasi digital dan ekonomi kreatif Ekonomi digital di ASEAN ditahun 2030 diperkirakan tubuh hingga USD1 triliun dan adopsi inovasi digital perlu diperkuat untuk mendukung ekonomi kreatif dan UMKM," jelasnya.
Jokowi pun mengapresiasi dukungan dan kontribusi negara ASEAN dan mitra ASEAN. Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini telah terkumpul 93 proyek kerja sama senilai USD 38,2 million dan 73 proyek potensial senilai USD17,8 milliar.
"Ini mencerminkan komitmen kita to walk the talk membangun Indo-Pasifik yang damai yang stabili dan yang makmur. Semoga ikthikita memberikan manfaat yang besar bagi rakyat dikawasan dan dunia," ungkapnya.
(Taufik Fajar)