Sulap Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar PLTU, PLN Gandeng EKN

Nasya Emmanuela Lilipaly, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2023 09:04 WIB
Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar PLTU (Foto: PLN)
Share :

JAKARTA - PT PLN (Persero) melalui Sub Holding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Elektrika Konstruksi Nusantara (EKN) dalam pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi biomassa untuk co-firing (bahan bakar alternatif) PLTU batu bara Bengkayang di Kalimantan Barat.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara, mengatakan pihaknya berupaya mendukung pemerintah dalam mencapai target pemanfaatan co-firing sebesar 10,2 juta ton pada 2025.

Guna mencapai target tersebut, pihaknya akan memanfaatkan sumber daya lokal, sehingga dalam prosesnya akan menciptakan multiplier effect, mengurai masalah sampah dan memacu pertumbuhan ekonomi.

”Melalui MoU ini PLN dan EKN akan secara bersama-sama mengolah biomassa dari tandan kosong kelapa sawit yang diproduksi masyarakat Sambas Kalimantan Barat. Biomassa ini akan kita gunakan sebagai co-firing pengganti batu bara di PLTU Bengkayang,” kata Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Menurut Iwan, program co-firing ini sangat spesial karena secara langsung melibatkan masyakat setempat. Hal ini pun sejalan dengan prinsip Enviroment, Sustainability and Governance (ESG) dalam mendorong perekonomian masyarakat sekitar.

”Program co-firing biomassa ini spesial, karena berbasis kerakyatan. Saat ini mayoritas biomassa berasal dari olahan sampah atau limbah. Karena kebutuhannya sangat besar kami mengajak masyarakat ikut terlibat di dalamnya,” katanya.

Iwan menjelaskan, pengolahan biomassa ini telah menyerap 40 tenaga kerja lokal di Sambas Kalimantan Barat. Dia optimis, program co-firing jenis lain yang digagas akan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif dan mengurai permasalah sampah yang banyak terjadi di berbagai daerah.

“Ada 40 orang yang terlibat dalam produksi pellet tandan kosong kelapa sawit. Demikian juga dengan biomassa jenis lainnya. Semoga ini jadi awal yang baik karena selama ini mungkin tandan kosong menumpuk di kebun dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Iwan mengungkapkan penggunaan co-firing biomassa merupakan salah satu langkah menurunkan emisi karbon mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

“Melalui teknologi Co-Firing ini, PLN bisa mendapatkan beberapa manfaat sekaligus. Menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh PLTU, meningkatkan bauran energi yang ramah lingkungan hingga akhirnya mencapai tujuan nasional Net Zero Emission (NZE) pada tahu 2060 atau lebih cepat,” katanya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya