JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi buka suara mengenai kinerja pejabat Eselon I di Kementerian Pertanian (Kementan).
Arief meminta supaya para Eselon I ini dapat bergerak dengan lebih lagi dalam mengurus sektor pertanian Indonesia.
Dia menyatakan kalau masalah pertanian ini sudah bukan lagi masalah yang kecil karena menyangkut tanggung jawab kebutuhan pangan di seluruh Indonesia.
"Kalau Pak Suwandi (Dirjen Tanaman Pangan) tidak jago tanam padi, tidak usah jadi Dirjen. Palau pak Nasrullah (PKH) tidak jago peternakan tidak pantas jadi Dirjen, atau pak Andi tidak mengerti perkebunan tidak usah jadi Dirjen. Saya yakin orang-orang di sini orang yang terbaik," tegas Arief.
Berikut ini, telah dirangkum oleh Okezone, fakta-fakta mengenai sindiran PLT Mentan ke Pejabat Kementan, Senin (16/10/2023).
1. Pejabat Kementan di Eselon I
Arief mengungkapkan bahwa para pejabat Kementan di Eselon I itu juga punya andil untuk memilih pembantunya, baik untuk Eselon II dan lainnya. Namun penunjukan itu harus objektif, memilih sosok yang berkompeten di bidangnya.
"Mereka (Dirjen) akan pilih siapa eselon II nya dan III nya, mereka akan pilih struktur organisasinya, tapi kalau mereka tidak bisa deliver, saya akan ganti," tegas Arief.
2. Adanya Dukungan Dari BP3OKP
Langkah Arief ini mendapat dukungan yang cukup besar dari Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) yang diketuai oleh Wakil Presiden Maruf Amin.
Anggota Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Albert Yoku mendorong Plt Mentan melakukan mengevaluasi kinerja para Direktur Jenderalnya, seperti Direktorat Jenderal Perkebunan yang dinahkodai Andi Nur Alam Syah.
“Sudah menjabat 1 tahun 3 bulan, tapi capaian PSR dan SARPRAS malah lebih baik saat Dirjenbun kosong (Plt) Bahkan beberapa provinsi capaian PSR nol persen di tahun lalu, banyak sekali kegiatan yang hanya bersifat seremonial dan hilang. Secara keseluruhan, capaian PSR tahun lalu hanya berkisar 9,8% dari target 180 ribu hektar dan tahun ini juga saya pastikan tidak lebih dari 10%,” ujar Yoku.
3. Adanya Usulan Revisi Permentan
Sempat dilakukannya usulan untuk revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), yang dimana hal ini sudah sempat disepakati pada awalnya.
“Padahal sudah sepakat untuk direvisi saat rapat gabungan korporasi dengan asosiasi petani sawit 8 bulan lalu di Kantor Ditjenbun. Lebih jauh ke belakang, saat rapat di Kantor Staf Presiden (KSP) tepatnya tanggal 18 Mei 2022, yang dihadiri beberapa pejabat negara seperti Deputi III KSP Panutan S Sulendrakusuma, Prof. Dr. Bustanul Arifin, Direktur Pengolahan Hasil dan Pemasaran Tanaman Perkebunan, Satgas Pangan Mabes Polri, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia sudah sepakat bahwa Permentan 01 tersebut segera direvisi,” jelas Yoku.
“Oleh karenanya, kami berharap ini menjadi perhatian serius Plt Kementan,” tambah Yoku.
4. Arief Prasetyo Resmi Menggantikan Posisi Syahrul Yasin Limpo
Arief Prasetyo ditugaskan Presiden Jokowi untuk menjadi pemimpin sementara Kementerian Pertanian (Kementan). Setelah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengundurkan diri dan kini menjadi tersangka
5. Pendampingan Arief Akan Lebih Intens Lagi
Arief meminta jajaran kerjanya untuk secara intens mendampingi para petani di lapangan, terutama dalam melakukan penanaman, pemupukan sampai pada pemanenan. Semua itu kata Mentan harus dikerjakan melalui kolaborasi mulai dari hulu sampai hilir.
"Jadi dalam 2 hari terakhir ini saya minta beliau-beliau semua, eselon I dan II mempersiapkan, saya mau kawal eksekusinya (dilapangan) detail satu per satu," ujar Arief di Kantor Kementan.
(Taufik Fajar)