Banyak pedagang pasar yang bertransaksi di Agen BRILink milik Aang mulai dari transfer dana hingga penarikan. (Foto: iNews Media Group/Sabang Prayogi)
Pelanggan yang datang pun cukup beragam, mulai dari pedagang pasar setempat maupun pelajar dan karyawan, serta pekerja proyek yang ada di sekitar kawasan Tanjung Priok. “Mereka (pedagang) sudah pelanggan tetap, ada yang kirim uang bayar pisang, sembako, dan lain-lain. Tapi yang dari luar juga banyak, pekerja non formal kayak (pekerja) pelabuhan misalnya,” tuturnya.
Kini, Agen BRILink milik Aang telah mampu membukukan transaksi hingga Rp4,5 miliar setiap bulannya dari total 150-200 transaksi per hari. Dari jumlah tersebut, dia mampu meraup keuntungan bersih sekira Rp30 juta per bulan. Pencapaian ini tentu tak serta merta diraih begitu saja oleh Aang, dia perlu bekerja lebih keras untuk mengenalkan BRILink kepada masyarakat dan meyakinkan mereka agar mau bertransaksi dengannya.
“Memang tugas kita sebagai mitra Bank BRI yang berhubungan langsung sama pelanggan, edukasinya harus detail dan kekeluargaan. Menjelaskannya nggak bisa sekali dua kali, harus beberapa kali dan dengan beragam cara. Harus sabar dan tekun juga menjelaskan kalau ini resmi, bisa transfer dan tarik tunai, bayar BPJS, listrik, dan lain-lain dengan bukti struk yang resmi pakai logo BRI, ya supaya orang-orang juga percaya untuk transaksi di Agen BRILink saya,” katanya.
Bisnis Aang pun tak gentar melaju meski harus diterjang badai pandemi Covid-19. Menurutnya, saat itu transaksi justru meningkat karena banyaknya orang yang tidak dapat pulang ke kampung halaman, sehingga pada umumnya mereka memilih untuk mengirim uang saja ke sanak keluarga di kampung. Hal ini pun berimbas pada pendapatan Aang yang juga ikut meningkat jauh dari biasanya.