JAKARTA - Ini harga kapal pembersih sampah Neon Moon II yang diberikan oleh Coldplay ke Indonesia. Hadiah ini membuat masyarakat sangat berterima kasih kepada band yang digawangi oleh Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman dan Will Champion.
Kapal pembersih sampah Neon Moon II yang diberikan oleh Coldplay sangat membantu sungai Cisadene. Tentunya beberapa orang penasaran mengenai harganya yang sanggup dibeli oleh Coldplay. Lantas berapa biaya yang dirogoh pelantun lagu Viva La Vida?
Ini harga kapal pembersih sampah Neon Moon II yang diberikan oleh Coldplay ke Indonesia sebesar USD 777.000 atau Rp11,9 miliar.
Sebagai informasi, Coldplay bekerja sama dengan The Ocean Cleanup, sebuah organisasi non-profit yang berbasis di Belanda.
Organisasi tersebut berfokus dalam mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk membersihkan polusi dan pencemaran yang terjadi di sungai sebelum sampai ke laut. Organisasi yang telah berdiri sejak 2013 ini sudah menjalin kerja sama dengan Coldplay sejak 2018 lalu.
Neon Moon II diproyeksikan untuk menjadi jawaban atas permasalahan sampah yang mencemari sungai Cisadane. Sungai sepanjang 126 km yang melintasi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan ini seharusnya menjadi salah satu sumber air mata bersih bagi masyarakat disekitarnya.
Tercemarnya sungai ini akibat limbah sampah yang mengotori air sungai membuat banyak pihak yang menyayangkan mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Kapal pembersih pemberian Coldplay ini digadang-gadang untuk dapat menjadi suksesor Interceptor 005 yang telah dapat mengatasi permasalahan di Sungai Klang, Malaysia. Sungai klan di Malaysia sendiri telah dapat mengurangi capaian sampah mereka menjadi 850 ton per bulan dibandingkan 1.500 ton hingga 2.000 ton pada awal operasi pembersihan Interceptor 005 dilakukan.
Diharapkan kapal ini untuk dapat berkontribusi dalam menanggulangi sekitar 1000 ton plastik yang dibuang melalui Sungai Cisadane ke Laut Jawa setiap tahunnya. Kapal ini juga menjadi Interceptor kedua yang ada di Indonesia setelah sebelumnya Interceptor 001, yang dikerahkan di Cengkareng Drain, Jakarta, pada tahun 2018.
(RIN)
(Rani Hardjanti)