JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 sebesar 2,9%. Sementara pada 2024 ekonomi global akan melambat menjadi 2,8%.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Wahyu Nugroho dalam Seminar Core Indonesia dengan tema "Konsolidasi Ekonomi di Tahun Politik".
Wahyu mengatakan bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2024 dari sisi global lebih rendah. Hal tersebut terjadi bukan karena masalah geopolitik saja. Akan tetapi munculnya fragmentasi dari beberapa hal yang salah satunya adalah investasi.
“Memang 2024 ini dari sisi global tidak lebih mudah daripada tahun 2023. Di mana selain masalah geopolitik dan mungkin akan ada fragmentasi yang dari misalnya corporate atau mungkin investasi,” kata Wahyu, Selasa (12/12/2023).
Selain itu, Wahyu juga menyampaikan tantangan yang akan dihadapi ekonomi Indonesia saat ini. Salah satu tantangan yang akan dihadapi adalah pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Dia menyebutkan selain melambat, struktur dari ekonomi global sendiri juga akan semakin tidak khusus.
“Yang pertama itu mungkin terkait dengan pertumbuhan ekonomi global yang akan terus melambat dan tidak hanya itu strukturnya juga semakin tidak khusus. Ini menjadi salah satu tantangan kita ke depan. Perkiraan kami untuk tahun depan itu sekitar 2,8%,” imbuhnya.
Namun, meskipun ekonomi global diprediksi akan melambat, pihak BI sendiri yakin bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan baik-baik saja dan meningkat.
“Dan kami cukup yakin bahwa tahun ini ya nanti 4,5% sampai demikian mencapai poin sekitar 5,3%, tahun depan 4,7% hingga 5,5%,” tegas Wahyu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)