Ia menyebut, nanti pada saat tahap tertentu sudah bisa supply lagi, jadi coverage days mencukupi untuk bisa pengiriman selanjutnya, supaya bisa supply terus. Jadi sejauh ini, stoknya aman.
Dalam pantauannya di DPPU El Tari dan Fuel Terminal Tenau, secara umum stok energi di Nusa Tenggara Timur dalam kondisi aman. Proses penyaluran energi di Nusa Tenggara Timur dipastikan baik sebab sebanyak 6 DPPU, 8 Fuel Terminal, 129 SPBU, 11 SPDN, 35 Pertashop, 41 Agen Minyak Tanah, 5.322 Pangkalan Minyak Tanah, 5 Agen LPG NPSO, dan 334 Outlet LPG NPSO disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tersebar di Pulau Timor, Pulau Sumba, serta Pulau Flores, Lembata, dan Alor.
Setelah DPPU dan Fuel Terminal, Dirjen Migas dan rombongan kemudian melakukan peninjauan ke SPBU 5485106 Oesapa.
Melihat adanya pengembangan konsumsi sebanyak 5-15 persen, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan pihaknya turut menambah stok baik yang ada di Fuel Terminal, maupun di titik supply, seperti di SPBU yang sedang ditinjau.
“Pertamina Patra Niaga telah melakukan koordinasi dan berupaya untuk mengumpulkan semua informasi terkait dengan kegiatan pada saat Nataru, di mana terjadi bergitu banyak peningkatan konsumsi bahan bakar, khususnya di sektor transportasi," ucapnya.