Bendungan dengan tipe urugan batu inti tegak ini memiliki luas genangan mencapai 483 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir wilayah hilir Sungai Bolango.
Sumber air yang berasal dari DAS Bolango akan dikendalikan oleh bendungan, khususnya pada musim hujan dengan mereduksi debit banjir hingga 414 m3/detik. Kemudian juga memiliki potensi sebagai sumber tenaga listrik sebesar 4,96 MW.
"Manfaat lain bendungan yang tidak kalah penting adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 2.200 liter/detik dengan asumsi melayani 2 juta jiwa. Informasinya untuk tahap pertama akan dibangun SPAM Regional yang terdistribusi di Kabupaten Bulango dan Gorontalo serta Kota Gorontalo," kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Binsar P. Simanungkalit.
Presiden Jokowi dan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel bersama Staf Kementerian PUPR saat meninjau pembangunan Bendungan Bulango Ulu. (Foto: dok Kementerian PUPR)
Pembangunan Bendungan Bulango Ulu dikerjakan dalam dua paket konstruksi, yakni Paket I dilaksanakan oleh kontraktor PT Hutama Karya-PT Basuki Rahmanta Putra, PT Bina Nusa Lestari (KSO) dan Paket II oleh PT Brantas Abipraya-PT Bumi Karya, dan PT Istaka Karya (KSO).
Hadir juga dalam peninjauan, Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi.
(Agustina Wulandari )