JAKARTA - Rumah Ibadah siap dibangun tahun depan di IKN Nusantara. Saat ini desain untuk pembangunan 4 rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara tengah digarap.
Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S. Atmawidjaja, selain Masjid yang saat ini sudah masuk tahap konstruksi, untuk pembangunan Gereja, Pura, Vihara, Klenteng juga tengah masuk dalam tahap desain sebelum mulai masuk tahap lelang.
"Tahun 2025 desainnya sudah ada, owh iya ada (4 rumah ibadah yang dibangun), mulai bertahap," ujar Endra.
Lebih lanjut, Endra mengatakan untuk sementara untuk yang menganut Agama Protestan, Katolik, Hindu, Budha, atau Konghucu di IKN, bisa menggunakan fungsional room yang tersedia di rusun-rusun ASN sebagai tempat beribadah, hingga pembangunan rumah ibadah rampung dikerjakan.
Targetnya, keempat rumah ibadah tersebut baru akan mulai masuk dalam tahap konstruksi pada tahun 2025 mendatang. Sebab saat ini alokasi anggaran masih berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar hingga sarana hunian dan sarana perkantoran Pemerintah di IKN.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan masjid Negara di IKN. Pembangunan Masjid Negara itu menelan biaya konstruksi sebesar Rp940 miliar untuk kapasitas mampu menampung hingga 61 ribu jamaah.
Nilai konstruksi tersebut bukan sekedar untuk bangunan fisik masjid saja, namun juga sekaligus mencakup interior masjid, serta tata letak landscape di sekitaran masjid IKN. Misalnya membangun embung di areal masjid sebagai cadangan ketersediaan air bersih untuk operasional masjid.
Lebih jauh, Presiden Jokowi menargetkan pembangunan masjid perdana di IKN ini dapat rampung kurang lebih 400 hari kalender. Sehingga akhir tahun 2024 masjid tersebut sudah dapat digunakan untuk aktivitas keagamaan.
Baca Selengkapnya: Desain 4 Rumah Ibadah di IKN, Mulai Kontruksi 2025
(Kurniasih Miftakhul Jannah)