Okezone - Pepatah “menabung pangkal kaya” di zaman sekarang bisa dibilang sudah sering dianggap tidak relevan lagi. Pasalnya, nilai uang akan terus menurun karena inflasi jika sekadar disimpan sebagai uang tunai di rekening tabungan. Untuk itu, banyak orang saat ini yang beralih ke investasi untuk meningkatkan kondisi keuangannya di masa depan.
Akan tetapi, saat berinvestasi, Anda tidak boleh melakukannya dengan sembarangan tanpa bekal pengetahuan yang mumpuni. Sebab, selain memberi keuntungan yang menggiurkan, investasi juga bisa menjadi bumerang yang merugikan keuangan. Hal ini berlaku pula pada produk reksa dana yang dianggap sebagai instrumen investasi ramah pemula sekalipun.
Sejatinya, investasi reksa dana bisa menjadi pilihan ideal bagi investor pemula dengan segala keunggulannya. Tapi, adanya beberapa mitos dan informasi buruk seputar reksa dana, tidak sedikit orang yang enggan untuk segera mencobanya.
Untuk meyakinkan Anda berinvestasi reksa dana online dengan aman dan tanpa rasa takut berlebihan, berikut 4 mitos palsu seputar investasi reksa dana yang tak harusnya dipercaya.
1.Tingkat Risikonya Tinggi
Mitos pertama yang sering disebut oleh orang awam seputar reksa dana adalah tingkat risikonya yang tinggi. Misalnya, jika menanam modal di instrumen tersebut, Anda harus bersiap dengan risiko kehilangan nilai investasi secara signifikan.