Mentan Ungkap Penyebab Singkong Impor Banjiri Indonesia

Tangguh Yudha, Jurnalis
Rabu 04 Juni 2025 19:09 WIB
Mentan Amran (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman buka suara terkait banjir singkong impor di Tanah Air. Menurutnya, ini terjadi lantaran banyak pengusaha Indonesia yang memiliki lahan singkong di luar negeri dan membawa hasil panennya ke dalam negeri.

"Jadi gini, biasanya yang punya pabrik, yang kami terima laporan, dia punya perkebunan di luar. Ini kirim masuk, tentu lebih murah karena dia budidaya sendiri," katanya saat dijumpai di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025).

1. Tak Boleh Terus Dibiarkan

Kendati demikian, Mentan Amran menegaskan bahwa praktik tersebut tidak boleh terus menerus dibiarkan. Ia menekankan pentingnya mendahulukan kesejahteraan petani dalam negeri dalam setiap rantai pasok industri pertanian.

"Tapi ini tidak boleh, harus dahulukan petani dalam negeri," jelasnya.

 

2. Utamakan Hasil Kesejahteraan Petani

Lebih lanjut Mentan Amran mencontohkan kasus serupa di sektor peternakan, khususnya industri susu sapi yang sebelumnya sempat menghadapi persoalan, di mana banyak peternak yang membuah susu sapi lantaran kecewa hasil panennya tidak diserap industri dalam negeri.

"Ini juga terjadi di susu sapi kemarin, yang mandi susu, sekarang tidak ribut lagi kan. Kami minta seluruh industri sektor pertanian dahulukan petani Indonesia. Tidak boleh mendahulukan petani negara lain," lanjutnya.

Mentan Amran secara tegas meminta seluruh pelaku industri pertanian untuk mengutamakan hasil dan kesejahteraan petani Indonesia dalam setiap kebijakan maupun operasional bisnis mereka.

"Sekali lagi, saya sampaikan seluruh industri yang di sektor pertanian, kami memohon, kami meminta agar mendahulukan kesejahteraan petani Indonesia. Jangan memprioritaskan petani negara lain," tandasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya