Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Potensi Cuan Rp10.000 Triliun dari Hilirisasi Gambir dan Kelapa

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |11:17 WIB
Indonesia Potensi Cuan Rp10.000 Triliun dari Hilirisasi Gambir dan Kelapa
Indonesia Potensi Cuan Rp10.000 Triliun dari Hilirisasi Gambir dan Kelapa (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, Indonesia berpotensi meraih nilai ekonomi hingga Rp10.000 triliun dari hilirisasi komoditas gambir dan kelapa. Menurutnya, masing-masing komoditas tersebut memiliki potensi nilai hingga Rp5.000 triliun jika diolah menjadi produk turunan sebelum diekspor.

Amran menjelaskan saat ini Indonesia menguasai mayoritas pasar gambir dunia, namun sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Padahal, komoditas tersebut memiliki banyak potensi produk turunan bernilai tinggi.

"Kita menguasai pasar dunia itu 80% tapi kita ekspor bahan baku. Harusnya hilirisasi, itulah perintah Bapak Presiden. Seluruh komoditas ini kita hilirisasi," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementan pada Kamis (12/3/2026).

Hilirisasi Gambir dan Kelapa

Menurutnya, gambir dapat diolah menjadi berbagai produk industri seperti tinta, sampo, sabun, hingga berbagai produk turunan lainnya yang memiliki nilai tambah lebih besar di pasar global.

Selain gambir, Amran menyebut komoditas kelapa juga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar jika dilakukan hilirisasi. Produk turunan seperti air kelapa dan berbagai olahan kelapa dinilai dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian nasional.

"Bayangkan, dari kelapa, air kelapa dengan kelapanya, itu totalnya bisa Rp5.000 triliun. Kemudian Gambir bisa Rp5.000 triliun. Ini hitungan dosen," lanjut Mentan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement