Meskipun kemiskinan menurun baik di perkotaan sebesar 6,6 persen, maupun pedesaan sebesar 10,72 persen, BPS mencatat bahwa konsentrasi penduduk miskin masih mendominasi di Pulau Jawa dengan jumlah 12,32 juta orang atau 52,75 persen dari total nasional. Sementara itu, penurunan terdalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua yang mencapai 0,68 persen poin.
Terkait ketimpangan, Indeks Gini (Gini Ratio) nasional ikut membaik di angka 0,363, turun 0,012 basis poin dari Maret 2025. Ketimpangan di wilayah perkotaan (0,383) terpantau masih jauh lebih tinggi dibandingkan pedesaan (0,295).
Perbaikan potret sosial ini didorong oleh beberapa faktor fundamental sepanjang 2025, di antaranya, realisasi bansos hingga September 2025 meningkat 75 persen dari target APBN, termasuk penyaluran PKH kepada 9,69 juta keluarga.
Kemudian produksi padi pada September 2025 naik 8,75 persen secara tahunan (yoy), memperkuat ketahanan pangan dan pendapatan petani dan terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,90 juta orang dalam satu tahun terakhir dengan peningkatan pada kegiatan formal.
(Dani Jumadil Akhir)