Strategi BI Perkuat Ekonomi Usai Moody’s Turunkan Outlook Utang RI

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 11:39 WIB
Bank Indonesia (BI) memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski Moody’s menurunkan outlook utang menjadi negatif. Indikator stabilitas sistem keuangan (SSK) saat ini masih berada pada level yang sehat, dan peluang untuk mendorong pertumbuhan kredit, termasuk UMKM, masih terbuka luas melalui berbagai program pemerintah.

“Fundamental kita masih sangat kuat. Semua variabel kami amati dan proyeksikan tetap mengarah positif. Kami juga melihat banyak program prioritas yang bisa didorong untuk mempercepat pertumbuhan kredit dan ekonomi,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026).

Alexander menjelaskan, penurunan outlook dari Moody’s lebih mencerminkan evaluasi sementara terhadap kondisi saat ini, bukan pelemahan fundamental ekonomi. 

“Rating dan outlook artinya mereka melihat sekarang ini, bagaimana kita dinilai, dan bagaimana bayangan penilaian ke depan. Sejauh ini, konsen Moody’s terkait beberapa hal seperti penerimaan, tetapi dari sisi SSK, fundamental kita tetap sangat kuat,” katanya.

Saat ini, lanjut Alex, fase pertumbuhan kredit masih berada di bawah optimal, sehingga peran bank sentral penting untuk mendorong siklus bisnis dan keuangan agar mendukung pertumbuhan. 

“Indikator-indikator kami belum menunjukkan adanya risiko yang signifikan. Semua variabel masih perlu didorong, dan kami melihat banyak program pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan kredit dan akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi,” kata Alexander.

Oleh karena itu, neberapa program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program hilirisasi pangan dan sumber daya alam harus didorong akselerasinya. Tujuannya tentu mempercepat pembiayaan dan meningkatkan kredit UMKM, yang menjadi fokus Bank Indonesia tahun ini.

 

“Target pertumbuhan kredit kita berada di kisaran 8–12%. Ini termasuk upaya mendorong kredit UMKM, dan harapannya bisa lebih tinggi di batas atas. Semua upaya ini harus dilakukan secara sinergis dengan kebijakan makroprudensial dan instrumen lainnya untuk mendorong percepatan intermediasi dari perbankan,” ujarnya.

Alex pun memastikan bahwa Bank Indonesia akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi, agar kebijakan yang diambil selalu responsif terhadap perubahan ekonomi global maupun domestik. 

“Fundamental kita tetap sama, dan hingga saat ini, belum ada rencana mengubah proyeksi. Kita akan terus memastikan pertumbuhan kredit dan ekonomi tetap pada jalur yang stabil,” tutupnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya