Kepercayaan nasabah tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen menjadi Rp437,39 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh meledaknya penggunaan superapp Bale by BTN yang usernya tumbuh 66,1 persen menjadi 3,7 juta pengguna. Nilai transaksi melalui aplikasi ini pun menembus angka Rp103,6 triliun.
Nixon menekankan bahwa Bale bukan sekadar aplikasi perbankan, melainkan ekosistem solusi keuangan bagi keluarga.
“Nominal saldo rata-rata pengguna Bale lebih tinggi, sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah. Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” jelasnya.
Selain kinerja bank induk, BTN juga sukses mendirikan Bank Syariah Nasional (BSN) yang kini menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan aset Rp73 triliun.
Di sisi risiko, BTN berhasil menekan rasio kredit bermasalah (NPL Gross) ke level 3,1 persen. Perseroan juga memperkuat benteng pertahanan dengan meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) ke level 20,9 persen.
“Dengan langkah Beyond Mortgage, BTN terus memantapkan aspirasinya untuk menjadi consumer bank yang memberikan solusi finansial terintegrasi bagi seluruh kebutuhan nasabah, sekaligus menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan nasional melalui akses pembiayaan kepemilikan rumah yang terjangkau bagi semua segmen masyarakat. Melalui aspirasi ini, BTN berharap dapat memberikan value creation bagi kesejahteraan rakyat dan perekonomian secara keseluruhan,” pungkas Nixon.
(Dani Jumadil Akhir)