JAKARTA – KAI Commuter memberlakukan aturan khusus bagi pengguna Commuter Line saat memasuki waktu berbuka puasa di dalam perjalanan. Pengguna diperbolehkan membatalkan puasa Ramadan dengan makanan dan minuman ringan saat waktu berbuka tiba di dalam kereta.
"Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, Rabu (18/2/2026).
Karina menambahkan bahwa petugas akan menginformasikan waktu berbuka puasa, baik di dalam Commuter Line maupun di area stasiun. Selain itu, KAI Commuter menyediakan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis yang dapat dinikmati oleh seluruh pengguna dengan menggunakan botol minum (tumbler) sendiri.
Selama bulan Ramadan ini, operasional pelayanan perjalanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta tetap berjalan normal. Untuk Commuter Line Jabodetabek, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.065 perjalanan setiap hari mulai pukul 04.00–24.00 WIB. Sementara itu, pelayanan Commuter Line Basoetta sebanyak 70 perjalanan setiap hari dan 14 perjalanan untuk Commuter Line Merak.
Sementara itu, untuk layanan Commuter Line Yogyakarta–Palur, pada bulan Ramadan ini tetap mengoperasikan sebanyak 27 perjalanan dan 10 perjalanan Commuter Line Prameks setiap harinya.
Pengguna Commuter Line juga diminta untuk disiplin dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk sampah bekas kemasan makanan dan minuman saat berbuka puasa di dalam kereta. Penumpang diimbau untuk membawa kembali sampahnya dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.
KAI Commuter juga terus mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengikuti aturan yang berlaku dan menghormati pengguna lainnya.
"KAI Commuter mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini kepada seluruh pengguna Commuter Line yang menjalankannya," tutupnya.
(Feby Novalius)