Dampaknya sangat jelas, Margin EBITDA perusahaan menguat di level 26,05 persen, naik 11,44 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan laba tersebut juga menunjukkan lompatan pertumbuhan pada rasio Return on Asset perusahaan.
Seiring dengan laba dan efisiensi yang meningkat tajam, indikator efektivitas pengelolaan aset atau Return on Asset (ROA) turut menunjukkan tren yang sangat positif. Realisasi ROA PalmCo menyentuh 7,9 persen, melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen. Terkait pencapaian aset ini, Jatmiko menjelaskan bahwa tren penguatan telah berlangsung secara berkesinambungan.
"Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kita mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini terus konsisten sejak tahun 2023, yang berarti secara kumulatif dalam tiga tahun terakhir, indikator profitabilitas aset telah meningkat lebih dari dua kali lipat," kata Jatmiko.
Peningkatan ROA yang signifikan ini menunjukkan bahwa setiap rupiah aset yang diamanahkan kepada PalmCo telah dikelola secara sangat produktif, efisien, dan memberikan nilai tambah yang maksimal.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat operational excellence ini untuk memastikan ketahanan energi dan pangan nasional, sekaligus memberikan dividen terbaik bagi negara," tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)