Penumpukan Truk di Merak–Bakauheni, Pengusaha Kapal Ingatkan Pembenahan Infrastruktur Dermaga

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 05 Maret 2026 13:35 WIB
Penumpukan Truk di Merak–Bakauheni, Pengusaha Kapal Ingatkan Pembenahan Infrastruktur Dermaga (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA -  Dalam dua hari terakhir terjadi penumpukan kendaraan logistik, khususnya truk, di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan volume kendaraan yang melakukan percepatan pengiriman barang menjelang pemberlakuan pembatasan operasional kendaraan dengan sumbu tiga ke atas, serta dipengaruhi oleh faktor cuaca yang turut memperlambat proses pelayanan kapal di pelabuhan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (DPP Gapasdap) Khoiri Soetomo menjelaskan, situasi ini kembali menunjukkan pentingnya pembenahan infrastruktur pelabuhan penyeberangan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas dermaga yang tersedia.

Menurutnya, dari sisi kuantitas, kapasitas dermaga yang ada saat ini belum mampu mengakomodasi jumlah kapal yang telah memiliki izin operasi. Dalam praktiknya, kapasitas dermaga yang tersedia diperkirakan hanya dapat melayani sekitar 30 persen dari total kapal yang memiliki izin operasi di lintasan Merak-Bakauheni.

"Akibat keterbatasan jumlah dermaga, setiap hari lebih banyak kapal yang harus menunggu giliran operasi dibandingkan kapal yang dapat berlayar. Kondisi ini membuat potensi kapasitas angkut sebenarnya belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Khoiri di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dia menambahkan, apabila jumlah dermaga memadai dan seluruh kapal yang telah memiliki izin operasi dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka potensi terjadinya penumpukan kendaraan seperti saat ini dapat diminimalkan.

 

Selain jumlah dermaga, aspek kualitas infrastruktur pelabuhan juga menjadi faktor penting. Gapasdap menilai perlunya pembangunan breakwater (pemecah gelombang) di area pelabuhan untuk memberikan perlindungan terhadap kapal yang sedang sandar.

Dengan adanya perlindungan perairan tersebut, kapal yang sedang melakukan kegiatan bongkar muat tidak mudah terganggu oleh kondisi cuaca atau gelombang, sehingga proses pelayanan di pelabuhan dapat berlangsung lebih stabil dan lancar.

“Dengan perlindungan perairan yang memadai, kegiatan bongkar muat dapat tetap berjalan lebih optimal meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat,” jelasnya.

Gapasdap berharap kejadian penumpukan kendaraan seperti yang terjadi dalam dua hari terakhir dapat menjadi perhatian bersama untuk mempercepat langkah pembenahan infrastruktur pelabuhan penyeberangan nasional, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni yang merupakan salah satu jalur distribusi logistik paling vital di Indonesia.

Pembenahan tersebut dinilai penting agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih efisien, waktu tunggu kendaraan dapat ditekan, serta kelancaran distribusi barang dan aktivitas perekonomian nasional tetap terjaga.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya