JAKARTA — Astra Infra memprediksi ada 6,8 juta kendaraan yang akan melalui ruas tol Astra Infra selama arus mudik dan balik pada Lebaran 2026. Angka ini meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan volume lalu lintas kendaraan pada periode yang sama pada 2025.
Berbagai langkah dan upaya kesiapan pun telah dilakukan, antara lain kesiapan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana, kesiapan petugas, rest area, serta koordinasi dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan kepadatan di lokasi tertentu.
“Astra Infra senantiasa mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan pengguna jalan tol agar dapat menikmati indahnya kebersamaan mudik dan libur Idulfitri tahun ini. Berbagai upaya pemeliharaan dan peningkatan layanan telah dilakukan untuk menyambut arus kendaraan pada periode Lebaran mendatang. Petugas kami yang selalu berkoordinasi dengan segenap aparat terkait juga siap melayani selama 24 jam bagi pengguna jalan yang membutuhkan bantuan,” ujar Group Chief Executive Officer Astra Infra, Firman Yosafat Siregar, Selasa (10/3/2026).
Selain menyelesaikan penambahan lajur ketiga di sebagian ruas Tol Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan sejak tahun lalu, Astra Infra juga mempersiapkan infrastruktur jalan dengan melakukan pemeliharaan perkerasan yang ditargetkan selesai maksimal H-10 Lebaran.
Dalam mengantisipasi cuaca ekstrem, Astra Infra melakukan pembersihan drainase secara rutin untuk mencegah banjir, penguatan beberapa titik lereng sebagai pencegahan tanah longsor, pemasangan moveable concrete barrier (MCB) dan geobag untuk mencegah meluapnya air ke badan jalan, serta penyiapan pompa di titik-titik rawan banjir. Selain itu, perambuan jalan dipastikan dalam kondisi baik untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dari sisi rest area, Astra Infra memastikan ketersediaan SPBU, SPKLU, toilet, mushola, area parkir, serta beragam pilihan kuliner. Selanjutnya, lebih dari 800 petugas disiagakan dengan dukungan lebih dari 90 kendaraan operasional jalan tol yang terdiri dari armada patroli, derek, rescue, hingga ambulans.
Tidak hanya itu, untuk menjamin keamanan dan kelancaran berkendara, Astra Infra menyiapkan lebih dari 500 unit CCTV terintegrasi yang didukung oleh 7 unit traffic counter, serta layanan sentra komunikasi 24 jam.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Astra Infra melakukan koordinasi dengan kepolisian dalam penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan one way dan contra flow.
Anggota BPJT Sony Sulaksono Wibowo menyampaikan, BPJT bersama BUJT memastikan pelayanan selama periode Lebaran di jalan tol berjalan prima.
"BUJT mempersiapkan infrastruktur jalan yang ditargetkan selesai maksimal H-10 Lebaran, serta persiapan fasilitas rest area seperti toilet, SPBU, SPKLU, tempat makan, lahan parkir, dan lainnya,” ujarnya.
Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Rudi Irawan menyampaikan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat No. KP-DRJD 854 Tahun 2026, Dirjen Perhubungan Laut No. HK.201/1/21/DJPL/2026, Dirjen Bina Marga No. 20/KPTs/Db/2026, dan Kakorlantas Polri No. Kep/43/II/2026 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026, pembatasan kendaraan angkutan barang diberlakukan di seluruh ruas Astra Infra Toll Road mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Pembatasan kendaraan angkutan barang berlaku untuk mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan, serta kendaraan yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.
(Feby Novalius)