Harga BBM Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 26 Maret 2026 12:54 WIB
Harga BBM Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Harga BBM subsidi Pertalite diprediksi naik menjadi Rp11.500 per liter. Harga Pertalite ini berpotensi naik sekira 10-15 persen dari harga saat ini Rp10.000 per liter. Harga Pertalite naik untuk menjaga defisit APBN agar tidak jebol.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan, kenaikan harga BBM Pertalite ini seiring meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga minyak dunia imbas perang AS-Iran.

Menurut Fabby, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga agar beban kompensasi energi tidak semakin membengkak dan tetap berada dalam batas aman fiskal. 

"Saya hitung-hitung, agar kompensasi tidak terlalu besar dan masih dalam batas jangkauan APBN, agar tidak defisit, maka Pertalite itu mungkin harusnya naik 10-15 persen," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Dia menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah global memberikan dampak signifikan terhadap beban negara. Setiap kenaikan 1 dolar AS di atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN dapat menambah beban fiskal sekitar Rp6,5 triliun hingga Rp6,8 triliun per tahun.

Jika tren kenaikan harga minyak berlanjut, maka tambahan beban tersebut berpotensi memperbesar dan mempersempit ruang fiskal pemerintah. Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menambah utang atau menyesuaikan harga BBM.

"Kalau tidak disesuaikan, beban kompensasi ke Pertamina akan terus meningkat. Ini yang perlu dikendalikan," kata Fabby.

 

Dia menjelaskan, Pertalite merupakan BBM bersubsidi langsung, harganya tetap diatur oleh pemerintah. Selisih antara harga keekonomian dan harga jual ditutup melalui mekanisme kompensasi kepada PT Pertamina (Persero). Ketika harga minyak dunia naik, nilai kompensasi pun ikut membesar.

Fabby menilai, penyesuaian harga tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan fiskal, tetapi juga untuk mengendalikan konsumsi BBM agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Di sisi lain, dia mengingatkan pemerintah tetap perlu menyiapkan skema perlindungan bagi masyarakat rentan jika kebijakan kenaikan harga benar-benar diambil, guna meminimalkan dampak terhadap daya beli.

“Penyesuaian bisa dilakukan, tetapi harus diikuti dengan kebijakan kompensasi sosial yang tepat agar kelompok rentan tetap terlindungi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi tidak naik meski harga minyak dunia tembus USD100 per barel. Namun, kini pemerintah mulai mengambil kebijakan penghematan BBM melalui Work From Home (WFH) sehari tiap pekan. Kebijakan WFH sudah diputuskan pemerintah untuk menghemat BBM.

Sementara, untuk BBM non subsidi seperti Pertamax cs biasanya akan mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Tidak menutup kemungkinan, harga BBM non subsidi akan naik pada 1 April 2026. Harga BBM non subsidi terbaru akan diumumkan dan berlaku setiap awal bulan.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya