Di Tengah Gejolak Minyak Dunia, RI Percepat Ekosistem Baterai Nikel

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 13 April 2026 16:04 WIB
Ketahanan energi sekaligus mendorong transisi dari energi fosil menuju kedaulatan energi baru. (Foto: Okezone.com/FINI)
Share :

Hilirisasi nikel menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem baterai nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah ekonomi domestik.

Dalam konteks global, dirinya menilai Indonesia kini menempati posisi strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.

“Dengan sumber daya yang dimiliki, dukungan investor, serta kemampuan teknologi pengolahan yang terus berkembang, Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat strategis dalam rantai pasok EV global,” kata Mordekhai.

Di tengah penguatan ekosistem tersebut, QMB New Energy Materials, anak perusahaan GEM Co. Ltd., turut berperan dalam memperkuat rantai pasok material baterai nasional. Melalui fasilitas produksi berteknologi tinggi, QMB berkontribusi terhadap stabilitas pasokan bahan baku industri baterai sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas 150.000 ton per tahun menjadi salah satu pilar utama. Selain itu, konsorsium ini juga memproduksi sekitar 30.000 ton NCM sulfates dan 50.000 ton prekursor per tahun yang menjadi komponen utama dalam produksi katoda baterai kendaraan listrik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya