Kepala Badan Cadangan Nasional Letjen TNI Gabriel Lema menjelaskan, konsep dalam pertahanan negara pada dasarnya dilandasi oleh jiwa bela negara yang harus dimiliki seluruh anak bangsa. Apalagi anak bangsa yang telah mempunyai kemandirian hidup yang jelas seperti para ASN.
Menurutnya, ASN merupakan bagian dari potensi besar dalam sistem pertahanan negara. Ribuan ASN itu bakal diambil data jasmani, psikologi dan mental ideologi mulai 13 April hingga 17 April. Upacara pembukaan pelatihan bakal digelar pada 22 April di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pelatihan Komcad untuk ASN pada April 2026 direncanakan berlangsung selama 1,5 bulan atau 45 hari.
"Sehingga dalam kondisi apapun, baik itu negara dalam kondisi yang aman, damai, ataupun dalam kondisi tertentu, ini secara bersama jiwa bela negara yang mendasar ini sudah dalam satu frekuensi, walaupun dengan porsi tanggung jawab profesi berbeda. Ini yang paling utama," sambungnya.
Terkait materi yang akan diberikan, dia menjelaskan, bahwa secara basic Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam pembentukan Komcad telah memiliki perangkat dan kurikulum yang jelas melalui Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Konsep yang dibangun menurutnya cukip sederhana, seperti membangun kepedulian hingga pembentukan jiwa korsa.
"Kemudian dalam rangka untuk memantapkan jiwa disiplin, kita tahu dalam pelaksanaan pendidikan nanti latihan, sederhana bagaimana mereka dengan suatu kurikulum yang sudah ditata dari waktu ke waktu, ini menuntut disiplin waktu, disiplin kegiatan," sambungnya.
Dia menambahkan materi pengetahuan dasar senjata juga akan didapatkan oleh para ASN selama progam Komcad ini. Bahkan mereka juga akan mendapatkan pelatihan menembak
"Iya, pengetahuan dasar. Jadi kurikulum sudah diatur kaitan dengan nuansa yang bersifat militer, itu bersifat pengetahuan terbatas, ya senjata juga demikian. Karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas," ujar dia.
(Dani Jumadil Akhir)