JAKARTA - Pemerintah menggenjot akselerasi perekonomian dengan memastikan neraca perdagangan internasional dalam kondisi tumbuh. Upaya diversifikasi pasar selain negara tradisional juga dibuka seluas-luasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa perluasan akses pasar ke negara-negara Eropa menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah. Efek rambatan dari perdagangan internasional maupun penanaman modal atau investasi diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen setiap kuartalnya.
“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat perekonomian, antara lain memperluas akses pasar. Perluasan akses pasar ini dilakukan sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Airlangga dalam acara National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin (27/4/2026).
Airlangga menjelaskan kerja sama internasional dengan negara-negara kawasan yang tergabung dalam Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi peluang baru bagi kinerja ekspor nasional. Saat ini, pemerintah masih memproses aspek legalitas perjanjian tersebut.
“Perjanjian-perjanjian internasional kami kejar. Seperti IEU-CEPA, harapannya tahun ini bisa diratifikasi oleh parlemen Indonesia dan parlemen Uni Eropa. Ini juga akan mendorong pasar sebesar Rp21 triliun di Eropa,” ujar Airlangga.