Harta Kekayaan Pham Nhat Vuong, Orang Terkaya Asia Tenggara Pemilik Taksi Green SM dan VinFast

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 29 April 2026 11:05 WIB
Harta Kekayaan Pham Nhat Vuong, Orang Terkaya Asia Tenggara Pemilik Taksi Green SM dan VinFast (Foto: VinGroup)
Share :

JAKARTA - Harta kekayaan Pham Nhat Vuong, orang terkaya Asia Tenggara pemilik taksi Green SM dan VinFast. Taksi Green SM menjadi viral usai terlibat insiden kecelakaan kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam.

Di balik kecelakaan kereta ini, ada sosok Pham Nhat Vuong yang merupakan pemilik Green SM. Bahkan dari bisnis ini, Pham Nhat Vuong menjadi orang terkaya di Vietnam dan di Asia Tenggara saat ini versi Forbes 2026.

Berdasarkan data real time billionaires Forbes, Jakarta, Rabu (29/4/2026), harta kekayaan Pham Nhat Vuong mencapai USD35,7 miliar atau setara Rp614 triliun (kurs Rp17.200 per USD). Dengan kekayaan tersebut, pria berusia 57 tahun ini menduduki peringkat 62 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes 2026.

Taksi Green SM merupakan salah satu bisnis yang dimiliki Pham Nhat Vuong. Green SM lebih dikenal dengan nama Xanh SM merupakan penyedia layanan transportasi daring berbasis listrik yang terafiliasi dengan GSM (Smart and Green Mobility Joint Stock Company).

Di bawah bendera Vingroup, perusahaan ini resmi menjajaki pasar Indonesia pada 2024, setelah sebelumnya melakukan uji coba gratis di Jakarta hingga akhir 2024

Profil Pham Nhat Vuong

Pham Nhat Vuong belajar di Rusia dan memulai bisnis mie instan yang populer di Ukraina pada tahun 1990-an sebelum kembali ke Vietnam. Saat ini dirinya menjabat sebagai Chairman Vingroup, salah satu konglomerat terbesar di Vietnam dengan berbagai lini bisnis seperti properti, ritel, layanan kesehatan hingga transportasi.

Bisnis utama dari grup ini adalah produsen kendaraan listrik VinFast, pengembang properti Vinhomes, dan jaringan hotel Vinpearl. VinFast telah menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di Vietnam dan memiliki pabrik di Indonesia dan India.

Pada tahun 2023, dia membawa VinFast menjadi perusahaan publik melalui pencatatan SPAC di Nasdaq. Vinpearl kemudian terdaftar di Bursa Efek Ho Chi Minh pada Mei 2025.

VinGroup juga memiliki operator pengisian daya bernama V-Green yang telah dipisahkan dari VinFast pada 2024. VinGroup tengah menginvestasikan lebih dari USD 400 juta selama dua tahun ke depan untuk membangun infrastruktur pengisian daya di seluruh Vietnam.

 

Green SM di Indonesia

Sementara, Pada 6 Maret 2023, Pham Nhat Vuong, pimpinan Vingroup mengumumkan peluncuran Green and Smart Mobility (GSM), sebuah perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. GSM menjadi pionir dunia dalam kendaraan listrik multi-platform. Demikian dilansir laman resmi Green SM.

GSM beroperasi dalam dua layanan utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik, dengan investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor. Kami menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan.

Misi GSM adalah meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat, sambil memperkenalkan kenyamanan, kecerdasan, dan keberlanjutan. Dengan berbagai inisiatif, kami berkomitmen untuk memperkenalkan kendaraan listrik VinFast secara luas, menciptakan kebiasaan baru yang cerdas dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kecelakaan Kereta Libatkan Taksi Green SM

Kecelakaan kereta bermula ketika taksi Green SM mogok di perlintasan kereta Ampera, Bekasi Timur. Taksi yang mogok tersebut tertabrak oleh KRL yang sedang melintas. Sementara di Stasiun Bekasi Timur, KRL tujuan Kampung Bandan-Cikarang sedang berhenti menanti situasi aman akibat KRL menabrak taksi Green SM. Rangkaian KRL yang sedang berhenti itu kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo.

Bahkan, Komisaris Utama KAI Said Aqil Siradj menyebut kecelakaan kereta api di Bekasi Timur dipicu kelalaian pengendara taksi. Said menjelaskan bila kendaraan taksi tidak mengalami kendala di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, maka insiden ini bisa dihindari. Dia menyebut mobil taksi mengalami mati mesin tepat di jalur perlintasan kereta. 

"Karena tidak akan terjadi kalau kita hati-hati atau betul-betul waspada. Kalau sudah jelas kereta dekat, mobil itu melintas pasti mati mesinnya. Apalagi mobil listrik, mobil apa, mesinnya mati. Pasti. Karena ada getaran dari mesin lokomotif. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," ucap dia. 

 

Pernyataan Green SM

Green SM Indonesia menyatakan, perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut dalam keterangannya.

Perusahaan menegaskan komitmen untuk menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas. "Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan.


 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya