Pramono Bakal Naikkan Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2026 20:33 WIB
Pramono Anung (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sinyal kuat terkait rencana penyesuaian tarif layanan bus Transjakarta. Meski saat ini masih menjadi moda transportasi termurah dibandingkan pilihan lain, kenaikan harga tiket dinilai tidak terelakkan untuk menjaga kualitas operasional serta keberlanjutan ekspansi rute di masa depan.

Saat ini, skema tarif yang berlaku masih berada di angka yang sangat rendah berkat subsidi besar dari pemerintah daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa selisih harga yang mencolok dengan moda transportasi lain membuat warga rela mengantre demi menikmati layanan ini.

"Dengan harga tiga ribu lima ratus di atas jam enam pagi, di bawah jam enam pagi dua ribu, tentunya orang banyak berebut untuk itu. Bahkan dari Blok M ke Bandara, kalau naik taksi kurang lebih dua ratus ribu, naik Damri delapan puluh ribu, kita masih bertahan dengan angka dua ribu dan tiga ribu lima ratus. Tetapi pasti kami akan naikkan dalam waktu dekat ini," kata Pramono saat ditemui di Menara Astra, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Meski tarif akan disesuaikan, pemerintah tetap dihadapkan pada tantangan besar terkait tingkat pemanfaatan angkutan umum secara keseluruhan. Berdasarkan data evaluasi, jangkauan jaringan transportasi di Ibu Kota sebenarnya telah mencakup hampir seluruh wilayah, akan tetapi jumlah penumpang harian belum menunjukkan angkanyang maksimal.

Persoalan utama terletak pada kebiasaan warga di wilayah penyangga yang masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas utama mereka. Pramono menyoroti banyaknya masyarakat dari area Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi yang masih memilih memarkirkan kendaraan di kantong parkir sekitar Jakarta sebelum berpindah ke moda publik, sehingga penggunaan transportasi umum belum menjadi budaya yang utuh.

Selain persoalan tarif, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan konektivitas guna menjaring lebih banyak penumpang dari wilayah penyangga. Peningkatan jumlah bus di rute-rute strategis terbukti ampuh mengurangi volume kendaraan pribadi yang masuk ke jantung ibu kota setiap harinya.

 

"Jakarta sekarang ini konektivitasnya sudah sembilan puluh tiga persen. Tetapi problemnya adalah yang memanfaatkan secara terus-menerus belum maksimal, masih di bawah angka tiga puluh persen. Kebanyakan orang dari sub-urban area, apakah itu Tangerang, Bekasi, Depok, Tangerang Selatan, Bogor, itu lebih banyak yang kemudian mereka masih menggunakan kendaraan pribadi, parkir di park and ride di sekitar Jakarta, baru mereka naik transportasi umum," jelasnya.

Lebih lanjut, Pramono memaparkan keberhasilan layanan Transjabodetabek yang baru dibuka di eranya, seperti rute Bogor, Pamulang, hingga PIK 2 menuju Blok M. Pertumbuhan penumpang di rute-rute tersebut meningkat drastis hingga ribuan orang per hari, yang secara signifikan mulai memangkas kepadatan empat juta orang yang masuk ke Jakarta setiap pagi. 

Melihat tren positif tersebut, penambahan armada dan rute baru menjadi prioritas yang harus dibiayai secara berkelanjutan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Rencana kenaikan tarif ini digadang-gadang mampu menjadi solusi jangka panjang agar Transjakarta tetap kompetitif namun tetap sehat secara finansial bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya