Ini Perkembangan Ekosistem Aset Kripto di RI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 25 Juni 2026 19:10 WIB
Ini Perkembangan Ekosistem Aset Kripto di RI (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang. Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pengguna ritel dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital, industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi, penguatan kerangka regulasi, serta hadirnya berbagai inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan yang lebih luas.

Seperti halnya platform investasi dan pertukaran aset kripto asal Indonesia, FLOQ, memperoleh pendanaan sebesar USD11,3 juta atau sekitar Rp202,8 miliar (kurs Rp17.943 per USD). FLOQ pun memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar sejak berdiri pada Mei 2025.

“Tahun pertama adalah fase pembuktian. Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan," kata Founder & CEO FLOQ Yudhono Rawis di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Yudhono, salah satu perubahan terbesar yang terjadi dalam industri aset digital saat ini adalah bergesernya fokus dari sekadar adopsi menuju integrasi. Beberapa tahun lalu, percakapan industri masih berpusat pada edukasi dan bagaimana memperkenalkan aset digital kepada masyarakat. Hari ini, diskusi telah berkembang jauh lebih luas, mencakup tata kelola, perlindungan konsumen, stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, hingga bagaimana aset digital dapat menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” lanjutnya.

Menurutnya, pertumbuhan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Pihaknya pun berkolaborasi dengan Ripple lewat kehadiran Ripple USD (RLUSD), stablecoin yang dikembangkan oleh Ripple.

Kehadiran RLUSD mencerminkan semakin pentingnya stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital yang menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan dunia nyata, termasuk pembayaran lintas batas, manajemen likuiditas, dan akses terhadap aset berbasis dolar AS.

 

Selain itu, pihaknya berkolaborasi dengan Ondo Finance. Perkembangan ini membuka peluang bagi akses yang lebih luas terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi segmen tertentu.

Menurutnya, kedua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana industri aset digital semakin bergerak dari fase spekulasi menuju fase utilitas, integrasi, dan adopsi yang lebih luas.

"Masa depan industri tidak akan dibangun oleh satu perusahaan secara sendiri-sendiri. Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara platform, regulator, institusi, penyedia teknologi, penyedia infrastruktur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam membentuk fondasi industri," katanya.

Sepanjang tahun pertamanya, FLOQ memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem termasuk Ripple, Ondo Finance, E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust yang mendukung tokenisasi aset dunia nyata, infrastruktur cloud, identitas digital, keamanan, analitik, dan skalabilitas platform.

“Kolaborasi bukan sekadar menghadirkan logo dalam sebuah acara. Kolaborasi adalah bagaimana berbagai pihak dengan keahlian yang berbeda dapat bekerja bersama untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna dan industri,” kata Yudhono.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya