JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi oleh tren turun (downtrend) jangka menengah, dengan potensi kuat untuk menguji area ambang bawah (support) baru.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari mengatakan, secara teknikal posisi penutupan indeks yang masih bertengger di bawah garis rata-rata bergerak MA5, MA10, dan MA20 menunjukkan indikasi pemulihan yang masih rapuh. Kondisi ini diperberat oleh pelemahan histogram positif pada indikator MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang mulai terbatas di area pivot.
"IHSG berpeluang menguji area support 5.700–5.800 pada pekan depan. Selama support tersebut mampu dipertahankan, pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam kisaran 5.500–6.400. Adapun konfirmasi pembalikan tren menjadi bullish baru akan terbentuk apabila IHSG mampu menutup perdagangan mingguan di atas level 6.452, sehingga setiap penguatan sebelum level tersebut tercapai masih dikategorikan sebagai relief rally," kata Brigita dalam analisisnya, Senin (29/6/2026).
Prediksi pelemahan lanjutan ini berkaca pada performa buruk bursa selama sepekan terakhir (22–26 Juni 2026), di mana IHSG ambles hingga 4,55 persen menuju level 5.896,134 dari posisi pekan sebelumnya di level 6.177.
Kejatuhan ini berjalan selaras dengan menyusutnya nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun.
Koreksi tajam tersebut utamanya dipicu oleh aksi jual massal modal asing dengan catatan nilai jual bersih (net foreign sell) yang menembus Rp3,19 triliun di pasar reguler.