"Ada penciptaan lapangan kerja sebesar 13 juta, dengan dampak multiplier pada tiga sektor utama, yaitu jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta pelayanan sosial," kata Pujo.
Di samping memperkuat sektor industri, JKN juga berperan aktif dalam menekan laju angka kemiskinan di Indonesia. Data kumulatif dari 2018 hingga 2025 menunjukkan program ini berhasil menyelamatkan sekitar 7 hingga 8,1 juta penduduk dari risiko kemiskinan, atau setara dengan penurunan prevalensi kemiskinan sebesar 2,6 hingga 3 persen.
JKN juga memberikan perlindungan finansial bagi 14 hingga 16 juta warga miskin sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebesar 2,71 persen.
Dengan adanya perlindungan finansial tersebut, ketahanan ekonomi setiap rumah tangga dapat terjaga dari risiko biaya pengobatan yang tinggi. Pola ini memastikan stabilitas sosial dan daya beli masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan.
"Sehingga program JKN tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus pelindung kesejahteraan sosial secara berkelanjutan," tutur Pujo.