Meski demikian Irvan mengaku saat ini pihaknya belum mendapat jawaban atas permintaan diskusi dari pihak S&P DJI. Ia menekankan bahwa investor tidak perlu panik karena proses evaluasi indeks global biasanya memberikan waktu transisi. Waktu ini akan dimanfaatkan BEI untuk berkomunikasi secara intensif dan memperbaiki poin-poin yang menjadi catatan lembaga pemeringkat.
"Sejauh ini, tadi pagi kita cek, kita masih menunggu jawab dari mereka. Kita sudah kontak, cuma kita masih menunggu jawaban dari S&P -nya," kata Irvan.
Saat ini, BEI bersama OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya terus bersinergi menjalankan delapan aksi percepatan reformasi pasar modal. Bursa juga tengah melakukan survei kepada pelaku pasar dan institusi pengelola aset untuk menjaring masukan tambahan guna memperkuat daya tarik investasi di Indonesia.
(Taufik Fajar)